zolvi81

Intermezolvis

Dalam Uncategorized di Maret 11, 2008 pada 7:50 am

ULTAH

Seorang anak berulang tahun yang ke-1. Untuk memeriahkan pestanya, maka sang anak berdandanlah seheboh mungkin. Pertama dia berdandan ala Madona. Setelah selesai berdandan, dia minta pendapat mama:
Anak : Ma, bagus gak?
Mama : Bagus sih bagus, tapi ngak pantes!
Lalu sang anak mengganti dandannya ala Britney Spears dan dia minta pendapat lagi:
Anak : Kalau yang ini, pasti bagus!
Mama : Bagus sih bagus, tapi tetap tak pantas.
Sang anak berpikir dengan kata tak pantas mamanya. mungkin mamanya tidak suka dandan ala luar negeri. Maka dia berdandanlah seperti Desy Ratnasari yang memakai kebaya, dan sang anak minta pendapat mamanya lagi:
Anak : Kalau yang ini pasti pasti mama setuju, masak ala negeri sendiri gak pantes juga.
Mamanya geleng-geleng kepala menatap dandanan anak satu-satunya.
Mama : Joko… Joko…

BARANG KESUKAAN

Seorang pemuda ditangkap oleh polisi dan disidangkan karena dituduh mencuri sebuah sepeda motor. Sungguhpun sang pemuda telah mengambil sepeda motor seorang cewek, tetapi dia tetap tidak mengaku telah mencurinya.
Pemuda : Saya tidak mencurinya! Pak!
Hakim : Tapi barang itu ditangan Anda.
Anak : Memang motor itu saya ambil, tapi saya tidak mencuri, ceritanya begini: Waktu itu saya diajak naik sepeda motor oleh cewek itu. Lalu ketika sampai di semak-semak, kami turun dan cewek itu membuka pakaiannya, mulai dari baju, jeans dan pakaian dalamnya. Lalu cewek itu bilang pada saya, ‘kamu boleh mengambil barang yang paling berharga saya!’. Lalu saya lihat baju cewek itu, memang bagus tapi tidak cocok untuk saya, begitu juga jeansnya. Makanya saya ambil motornya saja!

Sajak-sajak Zol Viandri Koto

Dalam Uncategorized di Maret 11, 2008 pada 4:43 am

Dalam badai

Basah kuyup bergelimang tajam
Karang menukik celah memar sekah
sesiram garam duka
meminjam napas alam terperam

Tuhan …hujankanlah rahmah-Mu
di tawarkan pengap ini
Tuhan…. Rinaikanlah sabar-Mu
di hempasan lapang
Illahi… embunkanlah cinta-Mu
Biar kureguk berulang-ulang

Tergolek remuk bergelimang-gelombang
Bernapas pekik, leburkan terjal
Nasib, ke sinilah kau!
Ikut bersamaku dalam hempasan badai
Tajam pancungkanlah pedangmu!
Lihatlah aku takkan luka
Jagat, saksikanlah
Aku masih berdiri!

Pondok Bamboe, 1992

Sajak-sajak Zol Viandri Koto

Dalam Uncategorized di Maret 11, 2008 pada 4:40 am

Sajak-sajak Zol Viandri Koto

Dari tata surya lain

Sebongkah langit runtuh
kusambut dengan pena-pena musim
fantasi menapak, alangkah jauhnya
rinci demi rinci meracik sabar

sebuah gerbong gaduh membawaku
perlahan-perlahan kuhapus bumi
stasiun sungguh hampirnya
di peron liar jemari kaki kita mencakar

pada batas moral aku bertukar gerbong
dan di koridor tak seorang pun menanti
metropolitan berkubur dan tertinggal bangkai
dapurnya mencakar tinggi

apa jadinya aku
jidat ini dijilat bayangan fantastik
sebuah gapai melambai
apa yang menggetarkan romaku di gerbong?
aku lengang
betul-betul lengang
Tak segapai pun menuntun keadilan

Bakauheni-Merak, akhir Juli 1994

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.